Menjadi Investor Pandai Cerdas Pintar dan Cerdik dengan Fundamental
Nyata sekali bahwa : Anda harus mengenal Market anda. Namun ketika
sampai pada intelejen market sebenarnya, banyak sekali trader yang
melakukannya dengan tidak tepat. Beberapa luput pada gambaran besarnya
akibat terlalu fokus pada hal-hal rutinitas, atau membatasi studi nya
hanya pada transaksi harian serta pergerakan hectic yang biasanya
peluangnya terbatas karena news sudah langsung terserap dalam pergerakan
harga. Ada juga pelaku pasar yang memiliki problem kebalikannya: mereka
kurang memperhatikan berbagai laporan ekonomi yang dirilis harian
sehingga mereka kehilangan banyak peluang market di depan mata. Nilai
tukar mata uang atau nilai saham tidak hanya sekedar simbol ticker atau
kedipan elektronik dilayar monitor, nilai saham/mata uang tersebut
adalah suatu kepentingan kepemilikan dalam bisnis aktual, dan bisnis itu
memiliki nilai fundamental yang tidak bergantung pada harga saham/mata
uangnya. Usaha yang minimal untuk melihat peluang di market akan
menghasilkan resiko kehilangan klien yang lari ke perusahaan yang
memiliki data lebih baik. Dengan menunjukkan pemahaman lebih baik
terhadap market secara keseluruhan dengan kontras dapat mendorong
keberanian keputusan pembelian klien anda serta akan menghasilkan image
pelayanan secara maksimal.
Bagaimana seorang trader atau suatu
perusahaan mendapatkan informasi yang lebih baik untuk menghasilkan
keputusan yang smart dan memperoleh laba? Mereka harus menggabungkan
kekuatan intelektual serta penalaran yang dalam dan pengalaman yang
sangat luas.
Secara
teknis, prinsip yang cocok untuk diterapkan pada hampir seluruh pasar
modal maupun pasar uang adalah bahwa seorang trader harus melalui
tindakan yang, melalui analisis menyeluruh, menjanjikan keamanan dana
pokok dan memberikan return (keuntungan/pengembalian) yang memadai.
Gambaran komprehensif terhadap tindakan investasi yang tepat terdiri
dari 3 elemen: 1)Anda harus menganalisis sebuah perusahaan/negara secara
menyeluruh, serta kokoh atau tidaknya pondasi bisnisnya, sebelum anda
membeli sahamnya/mata uangnya; 2)Anda harus mengambil tindakan untuk
melindungi diri anda dari kerugian besar; 3)Anda harus memasang target
untuk mencapai kinerja yang lumayan, bukan yang luar biasa. Sementara
tindakan yang tidak memenuhi persyaratan ini berarti tindakan
spekulatif. Perhatikan bahwa seorang investor memperhitungkan harga
pasar menggunakan standar-standar nilai yang telah ada, sedangkan
spekulator mendasarkan standar nilai mereka sendiri pada harga pasar.
Bagi seorang spekulator, aliran harga saham/mata uang yang terus menerus
bagaikan oksigen, jika terhenti maka ia akan mati. Bagi seorang
investor, apa yang disebut sebagai harga/nilai pasar tidaklah begitu
penting. Pada sisi lain, investasi pasar modal/uang adalah jenis bisnis
yang unik, disini anda tidak akan bisa rugi pada akhirnya, selama anda
selalu bermain dalam aturan yang menempatkan semua kemungkinan bagi
keuntungan anda.
Terdapat bukti bahwa IQ
tinggi dan pendidikan tinggi tidak cukup untuk membuat seorang investor
menjadi pintar. Pada 1998, Long Term Capital Management (LTCM), sebuah
perusahaan hedge fund yang dikelola oleh sepasukan ahli matematika,
ilmuwan komputer, dan dua ekonom pemenang hadiah Nobel, kehilangan lebih
dari $2 milyar dalam hitungan minggu dalam sebuah pertaruhan besar
bahwa pasar obligasi akan kembali normal. Namun pasar obligasi semakin
dan semakin abnormal dan LTCM telah meminjam begitu banyak uang sehingga
kejatuhannya hampir menjungkirbalikkan sistem keuangan global. Kembali
ke musim semi tahun 1720, Sir Isaac Newton memiliki saham South Sea
Company, saham yang paling hot di Inggris. Begitu melihat gejala pasar
mulai tidak terkendali, sang fisikawan besar menggerutu bahwa ia bisa
menghitung gerakan benda-benda di langit, tetapi ia tidak bisa
mengalkulasi kegilaan orang. Newton melepas saham South Sea-nya
mengantongi 100% keuntungan sebesar £7,000. Namun, hanya beberapa bulan
kemudian, terbawa arus antusiasme pasar yang luar biasa, Newton terjun
kembali ke dalam pasar ketika harga sudah jauh lebih tinggi-dan malah
rugi £20,000 (atau lebih dari $3 juta dalam uang sekarang). Sampai akhir
hidupnya, ia melarang siapa pun untuk menyebut kata South Sea di
dekatnya. Singkatnya, jika anda gagal berinvestasi sejauh itu, bukan
karena anda bodoh. Itu karena, seperti Sir Isaac Newton, anda belum
mengembangkan disiplin emosi yang dibutuhkan untuk bisa melakukan
investasi yang berhasil.
Pondasi
yang anda butuhkan untuk meningkatkan kecerdasan anda adalah dengan
mengekang emosi anda dan menolak untuk mengikuti level kegilaan pasar.
Untuk menjadi seorang investor pintar lebih merupakan persoalan karakter
ketimbang otak. Kita bisa gunakan metafora Tuan Pasar (Mr. Market)
untuk menjelaskan bagaimana saham dapat menjadi salah harga (mispriced).
Tuan Pasar kadang gila kambuhan tidak selalu menilai suatu harga
saham/mata uang dengan cara yang sama seperti appraiser (penaksir) harga
dengan nilai sebenarnya. Alih-alih, ketika saham naik, ia dengan
gembira membeli dengan harga lebih tinggi daripada nilai objektifnya,
dan ketika harga menurun, ia buru-buru membuangnya dengan harga yang
lebih rendah ketimbang nilai sebenarnya. Apakah Tuan Pasar masih ada ?
apakah ia masih bersifat kepribadian ganda? Pada 18 September 2007, Tuan
Pasar menjerit kegirangan, The Fed memangkas suku bunga 50 basis poin
dari 5.25% ke 4.75%, sehingga indeks Dow Jones mengalami peningkatan
fenomenal menembus titik tertinggi pada 11 october 2007, dengan
peningkatan seperti itu seolah pasti akan makin jauh lebih tinggi lagi
harganya. Namun dalam kisah cinta membaranya dengan indeks Dow Jones
Tuan Pasar luput memperhatikan satu hal dalam kondisi bisnis ini.
Perusahaan finansial besar telah kehilangan uang sangat banyak $400bn,
terkait kasus gagal bayar hipotek (subprime mortgage), sepanjang sejarah
perusahaan, downgrade asset paper ribuan jumlahnya, sehingga indeks dow
jones-ukuran luas atas kinerja saham AS- sebenarnya tidak memperoleh
laba selama 2007. Kemudian, Tuan Pasar menemui kolaps mendadak yang
sangat menakutkan, hanya empat bulan setelah menembus rekor tertinggi
14,246 saham Dow Jones ditutup dengan harga 11,588. Apakah bisnis Dow
Jones telah kering? Sama sekali tidak; Tuan Pasar tak punya alasan yang
lebih bagus dalam kemarahannya ketimbang dalam kegembiraannya. Jadi apa
yang berubah? Hanya mood Tuan Pasar. Akankah anda membiarkan orang yang
telah dinyatakan gila secara medis dan hukum datang ke anda paling
sedikit lima kali seminggu hanya untuk mengatakan bahwa anda harus
merasakan persis apa yang ia rasakan? Akankah anda bergembira hanya
karena ia juga sedang bergembira atau merasa sengsara hanya karena
menurutnya anda harus sengsara? Tentu saja tidak. Anda akan
mempertahankan hak anda untuk mengendalikan kehidupan emosional anda
sendiri, berdasarkan pengalaman dan keyakinan anda. Berpikirlah untuk
diri sendiri daripada mengekori Tuan Pasar.
Investor pintar tidak sepenuhnya mengabaikan Tuan Pasar. Alih-alih,
anda harus berbisnis dengannya namun hanya sepanjang ia memenuhi
kebutuhan anda. Tugas tuan pasar adalah memberikan anda harga, tugas
anda adalah memutuskan apakah anda akan memperoleh keuntungan bila
menindaklanjuti harga itu. Anda jangan bertransaksi dengannya hanya
karena ia terus menerus memohon kepada anda. Dengan menolak menjadikan
Tuan Pasar majikan, Anda mengubahnya menjadi pelayan anda. Sebaiknya
kita jangan terpaku pada besaran kasar dari penurunan pasar dan lupa
menghitung penurunan tersebut secara proporsional. Jadi, jika seorang
reporter TV berteriak, Pasar sedang meluncur turun-DollarYen merosot 100
poin! sebagian besar orang secara refleks akan gemetar. Namun pada
level $Yen sekarang yang 107.27, penurunan tersebut hanya 1.2%. Sekarang
coba anda pikirkan betapa konyolnya hal itu akan terdengar jika, pada
suatu hari ketika suhu di luar 35 derajat, pembaca ramalan cuaca di TV
berkata,Suhu udara meluncur turun dari 35 derajat menjadi 34,5 derajat!
Ini pun hanya penurunan 1.2%. Ketika anda lupa melihat perubahan harga
pasar dalam bentuk persentase, maka akan mudah untuk panik hanya karena
hal kecil. Jika anda mempunyai beberapa dekade investasi terbentang di
depan anda, pelajarilah cara yang lebih baik untuk menginterpretasi
suatu berita.